Forum detikFood
- [ASK]Lokasi Bagus u/ Buka... Ciel
- (Review) Nasi Gurih (Nasi... cleopatra
- sate bAndeng di jakarta??... jusApel
- ==Beranda Dapur Saji Deti... jews
- Makan apa saja hari ini ?... F.F.F
- kepenginnya makan apa sek... flextersumatera
Berita Lain
- Rabu, 17/09/2008 13:21 WIB
Bertemu Lulu & Sekkeri -
Selasa, 22/07/2008 14:40 WIB
Catatan Odilia Winneke
Mabuk Oleh-Oleh -
Senin, 09/06/2008 14:30 WIB
Kesetiaan di Balik Bakcang -
Rabu, 14/05/2008 15:21 WIB
Stop Membuang 'Makanan Sisa'! -
Jumat, 02/05/2008 10:47 WIB
Catatan Bondan Winarno
Kuliner Ekstrem
Indeks Berita
detikfood "Baca Komentar
Selasa, 08/07/2008 16:21 WIBCatatan Bondan Winarno
Memburuknya Kualitas Layanan Sektor Pariwisata
Bondan Winarno
Pelayanan memang sangat penting bagi sektor pariwisata. Tetapi, dalam pengalaman saya, di seluruh dunia sedang terjadi pemburukan mutu dan layanan di sektor pariwisata. Termasuk di negeri kita tercinta! (dev)
Komentar terkini (15 Komentar)
vamp,
apa karena orang Indonesia ya? bapak gak langsung ngomong ke managernya? turut prihatin pak bondan, liburan yang tadinya mau senang2 sudah rusak di hari pertama.
ade,
Saya jg mengalami hal yg sama... di BALI!! Padahal hotel bintang 5, kejadiannya oun bukan sekali. Yg pertama ketika sy & kakak saya kembali dr belanja di mal sebelah hotel tsb membawa tas belanjaan, satpam tergopoh2 menghampiri utk menggeledah tas kami sdgkan saat yg bersamaan bule2 lewat dg tas backpack dg santainya. Yg kedua di salah satu toko souvenir di dlm hotel tsb, istri sy sdg melihat2 sandal, penjaga toko tdk melayani malah menyapa bule yg masuk di belakang istri sy. Merasa tdk dilayani istri sy keluar, eh si penjaga toko ini mengejar istri saya ke lobby sambil menanyakan sandal yg diambil istri sy (dikira istri sy mencuri), istri sy ditarik kembali masuk sambil menanyakan mana sandal yg diambil. Sungguh keterlaluan. Akhirnya saya bikin rame aja sekalian di lobi sampe semua duty manager dan kepala securitynya minta maaf di depan orang. Puasss rasanya... Cuma sedih jg ngebayangin bangsa sendiri malah lebih menghargai bangsa lain...
khafilah,
Good for you, Mr Winarno! Lain kali jangan buang-buang waktu ngomong dengan receptionist, minta ngomong langsung ke manager hotel. Atau langsung perkenalkan professi anda. Orang Indonesia memang sering jadi korban pelecehan. Apa karena kita terlalu sopan?
apriliana,
Salut bgt sama Pak Bondan. Saya sangat bangga dengan bapak. Tidak seharusnya kita orang indonesia dipandang sebelah mata seperti itu. Pak Bondan hebat sekali
Hotelier,
Orang Eropa terkenal arogan terhadap orang-orang yang bukan bangsa mereka, terutama Indonesia. Mudah2an sebagai orang terdidik, mereka bisa memiliki cara pandang yang lebih baik terhadap orang lain (dalam hal ini, para turis dari luar negara Barat).. sungguh menyedihkan melihat negri kita tidak dihormati di luar sana.
AH. Herman,
Akur pa Bondan.
Saya juga baru pulang ziarah dari Eropa. Sangat tidak betah dengan cara pelayanan orang Eropa. Saya pikir karena saat itu kurangnya tenaga kerja terampil di bidang perhotelan, dan lagi musim liburan anak.
Saya tidak habis megerti mengapa hotel di Eropa bisa mencantumkan 3 - 4 star tp pelayanannya seperti hotel melati. belum lagi fasilitasnya.
Bandingkan dengan peraturan chain hotel yg mereka/orang eropa terapkan kepada negara2 berkembang, rasanya servisnya hospitable sekali dengan bintang 3-4.
Anggota rombongan kami banyak bilang kalo servis hotel/pariwisata memang negara2 asia jauh lebih baik dibandingkan eropa. mungkin ini ada benarnya juga.
Di hampir semua hotel kami menginap, Porter hotel hanya ada 1 orang. sementara rombongan kami membawa 31 koper besar dan berat2. kami harus angkut masing2 dr bus masuk ke kamar untuk menghindari lamanya koper sampai di kamar. tidak peduli anak maupun opa, oma tarik masing2 kopernya. wuih cape deh.
Supir bus yang kurang ramah tidak mau antar kami ke lokasi objek wisata karena alasan tidak boleh parkir di sembarang tempat padahal bisa drop kami turun untuk selanjutnya dia bisa parkir. jadi hampir setiap sampe di tempat wisata kita harus jalan 800m kadang 1 km lebih. kadang2 kehujanan supir pun tetap tidak mau antarkan untuk turunkan di lokasi.
Terakhir, saat pulangnya dari Roma kami check in pesawat dan minta (dlm bah. inggris) bisa diberikan 1 row seat per 1 keluarga. apa yang kami dapatkan ? kami dapat no duduk dengan lokasi 4 penjuru angin terpisah semuanya. mungkin kalo bisa bahasa Italy kamipun ingin mendamprat si Mbak cakep tapi otaknya kopong tadi. Tenggorokan tercekat karena emosi, hilang nalar mau bicara baik2. itu terjadi dengan semua keluarga-keluarga rombongan kami, semuanya duduk dengan anak istri yang terpisah.
kita akhirnyae-group tempat duduknya dengan saling geser penumpang lain yang mau mengerti saat di dalam pesawat. Awak pesawat pun geleng2 kepala saat kami beri tahu bahwa kami 1 group tapi duduknya terpencar pencar.
Pikiran negatif kami bahwa orang eropa masih menganggap inferior kami orang2 asia.
Mereka masih tidak bisa menerima kenyataan bahwa banyak orang asia yang sudah lebih baik kehidupannya dibandingkan mereka, sehingga tidak iklas memberikan pelayanan yang baik.
depok,
Wah keren cara bapak menanganinya...
Jadi inget temen yang indo-jerman, kalo ke hotel indonesia selalu milih pake bahasa inggris walaupun bisa banget bahasa indonesia, soalnya kalo pake bahasa indonesia pelayanan langsung turun banget.
ajeg,
Yah Pa Bondan kaya ga tau aja skrg mah yg penting ada duit cash masuk.. kadang kalau pesan dr internet duitnya ditahan dulu sama agencynya..jd hotelnya megap2 deh
kang priatna,
hebat pak Bondan...tulisannya...saya jg pernah punya kasus seperti itu,yg gilanya di negara saya sendiri Indonesia,tepatnya di Bali,kadang pedagang di Bali meremehkan turis Lokal,dengan anggapan kita tdk mampu beli dgn harga tinggi yg mereka tawarkan,terbiasa nipu Bule/turis asing...pd saat itu sy cuma bilang " eh mbak kalo gak ada turis Lokal yg menghidupkan kembali pariwisata di Bali mungkin anda sudah Miskin gak bisa jualan lagi"...kadang mereka tdk sadar kepercayaan dunia International terhadap pariwisata di Bali ditolong oleh Turis Lokal yg berbondong-bondong berlibur kesana dan menyatakan bahwa Bali Aman,setelah kasus Bom Bali I
Tlepong Ijo,
Baru ngerti ya pak, atau baru ngeh ya.
Karena Pasport Bapak \ INDONESIA\
saya sdh kenyang pengalaman spt itu, di luar negeri.
Pernah juga diluar negeri saya bertemu staff hotel yg berwajah mirip Indonesia, sy ty baik2 apakah sdri dr Indonesia. eh mereka marah dan menjawab ketus.
Ternyata dia dr Filipina dan rupanya merasa malu di ty dr Indonesia.
SILAKAN LOGIN MENGGUNAKAN DETIK-ID UNTUK BERKOMENTAR
Diskusikan pendapat Anda dengan pembaca lain melalui milis detikfood@yahoogroups.com
Kirim e-mail kosong ke detiksport-subscribe@yahoogroups.com untuk berpartisipasi.
Kirim e-mail kosong ke detiksport-subscribe@yahoogroups.com untuk berpartisipasi.
Redaksi: redaksi@detikfood.com
Informasi Pemasangan Iklan:
Widya Dewi
Email : iklan@detikfood.com
Telepon. 62-21-7941177 ext.525,526
Informasi Pemasangan Iklan:
Widya Dewi
Email : iklan@detikfood.com
Telepon. 62-21-7941177 ext.525,526
