Forum detikFood
- Kue TANPA tepung... abaskus
- Mie Lumen Kacang Ijo... MIELUMEN
- Kue GUPAL Khas Jombang... rosidahwidya
- ==Beranda Dapur Saji Deti... jews
- Makan apa saja hari ini ?... F.F.F
- kepenginnya makan apa sek... flextersumatera
Berita Lain
- Rabu, 15/10/2008 17:32 WIB
Catatan Bondan Winarno
Keajaiban Padi -
Selasa, 22/07/2008 14:40 WIB
Catatan Odilia Winneke
Mabuk Oleh-Oleh -
Selasa, 08/07/2008 16:21 WIB
Catatan Bondan Winarno
Memburuknya Kualitas Layanan Sektor Pariwisata -
Senin, 09/06/2008 14:30 WIB
Kesetiaan di Balik Bakcang -
Rabu, 14/05/2008 15:21 WIB
Stop Membuang 'Makanan Sisa'! -
Jumat, 02/05/2008 10:47 WIB
Catatan Bondan Winarno
Kuliner Ekstrem
Indeks Berita
Link
Rabu, 17/09/2008 13:21 WIB
Bertemu Lulu & Sekkeri
Odilia Winneke - detikFood

Jakarta - Di pagi yang sedang dirundung mendung saya menikmati segelas yoghurt yang disiram date dhibs, madu kurma yang kecokelatan dan manis. Sungguh luar biasa nikmat! Kenikmatan ini makin menjadi selama bulan ramadhan. Semua ini gara-gara buah yang sudah ada sejak 6000 tahun sebelum masehi.
Sebenarnya saya kurang suka rasa manis yang berlebihan karena itu teman-teman saya selalu mengenali kue-kue yang saya buat karena rasa manisnya tidak terlalu kuat. Entah sejak kapan, saya tiba-tiba menjadi penggemar tepatnya ‘penggila’ kurma. Selalu saja ada persediaan kurma di lemari es saya. Tak hanya selama ramadhan tetapi sepanjang tahun!
Selama bulan puasa, saya bagai dimanja dengan beragam koleksi kurma yang dijual di pasaran. Karena itu lemari es saya juga makin padat dengan berbagai jenis kurma. Ada kurma Medjool, Ajwa, Sekkeri, Khidri, Deglet Noor dan kurma segar (mentah merah dan kuning. Masih ada sebotol Date Dhibs dan madu Ajwa yang ikut menyesaki lemari es.
Jenis kurma yang saya sukai terutama yang daging buahnya lembut, aromanya wangi dan rasa manisnya tak terlalu menggigit. Medjool, kurma 'tak dikenal' dari Maroko atau Amerika ini memang mantap. Daging buahnya tebal, kurmanya ukuran jumbo ditambah rasa lembut daging buah yang tak terlalu manis. Karena ada sepanjang tahun, kurma ini lebih sering jadi menu sarapan saya.
Kurma Ajwa yang dikenal dengan sebutan kurma nabi atau rasullulah. Pertama kali saya cicipi saat diberi oleh-oleh teman sepulang haji. Bentuknya mungil, bundar, agak cokelat kehitaman. Saat digigit rasa daging buahnya tidak terlalu basah, agak kering dan rasanya tidak terlalu manis bahkan agak renyah. Karena harganya mahal, kurma ini saya makan saat badan sedang terasa kurang fit. Terus terang ini kurma favorti saya hanya saja harganya selangit, jadi tidak bisa sering-sering dinikmati.
Deglet Noor, kurma Tunisia yang paling populer ini harganya tidak terlalu mahal. Saya suka kurma ini karena masih bertangkai dan dikemas dalam karton jadi lebih bersih. Daging buahnya lembut, aromanya seperti sawo dan rasa manisnya tidak menonjok. Kurma ini gampang diperoleh karena itu lebih sering saya nikmati sebagai pencuci mulut setelah makan malam.
Kurma Kidhri pertama kali saya cicip saat mampir ke 'Bateel' butik kurma milik teman saya, Tania. (Wah, kalau mampir ke toko ini saya sulit mengendalikan diri...). Bentuknya besar, nyaris sama dengan kurma Medjool tetapi warnanya lebih gelap.
Rasa daging buahnya yang lembap, lembut kenyal dengan rasa manis seperti kismis. Ini berbeda dengan Sekkeri yang lebih kecil tetapi di bagian ujungnya agak putih. Kurma ini manisnya terlalu menggigit karena itu saya kurang menyukainya. (tetapi kalau diblender dengan susu kedelai atau yoghurt rasanya top banget)
Minggu lalu saya sengaja mampir ke toko kurma di Tanah Abang untuk melihat-lihat kurma yang banyak dijual di kaki lima hingga toko. Wah, jenis kurma yang dijual sangat banyak baik dari Arab, Irak, Turki, Tunisia, hingga Amerika. Sayang sekali penjual kurang memperhatikan kebersihan. Karena kurma digelar di pinggir jalan tanpa ditutup atau dikemas tentu saja debu bakal menempel ke kurma. Masak iya makan kurma campur debu?
Kurma Lulu merupakan jenis kurma yang paling banyak dijual. Bentuknya kecil agak bundar dengan warna cokelat muda dan agak kering. Merupakan kurma termurah dengan harga sekitar Rp.20.000 per kg. Karena terlalu kering dan manisnya terlalu kuat, saya kurang suka dengan si Lulu dari Dubai ini.
Ramadhan tahun ini saya berkenalan dengan kurma segar atau belum masak. Yang satu jenis yellow bahri dates. Warnanya kuning terang dalam rencengan tangkai, bentuknya agak bulat dengan ujung runcing. Saat digigit agak keras, berserat mirip tebu dengan rasa manis segar yang enak. Setelah dibiarkan beberapa hari, sedikit layu empuk, rasa manisnya makin kuat.
Sedangkan jenis kurma segar merah dari Mesir warnanya merah marun terang. Ukurannya besar dan buahnya keras. Harus ditunggu agak lembek supaya rasanya manis. Kalau masih segar atau keras rasanya sepet seperti bergetah. Wah, saya kurang suka dengan si merah segar ini. Kurma segar ini harganya masih relatif mahal.
Yang membuat saya senang, selain bisa makan bermacam-macam kurma selama ramadhan, di rumah saya tak punya saingan. Tak ada seorangpun yang doyan kurma. Hanya satu teman saya makan kurma, Tursiyah, asisten dari Cilacap ini tiba-tiba jadi penggemar kurma kuning segar! "Wah bu yang ini seger banget, saya paling doyan yang ini," kata si Yah sambil mengunyah kurma. Lha saya yang kurang senang karena harganya mencapai Rp 200.000 an per kg!
Sebaran beragam jenis buah kurma di dunia menandakan betapa besar Allah yang mengaruniakan buah kurma sejak 6000 tahun sebelum Masehi itu. Tak hanya rasa manisnya yang memikat tetapi kandungan nutrisinya luar biasa hebat! (antara lain bisa membuang racun, menyembuhkan radang tenggorokan, demam, infeksi dan menambah daya tahan tubuh). Sungguh Maha Besar Allah! ( dev / Odi )
Bertemu Lulu & Sekkeri
Odilia Winneke - detikFood

Sebenarnya saya kurang suka rasa manis yang berlebihan karena itu teman-teman saya selalu mengenali kue-kue yang saya buat karena rasa manisnya tidak terlalu kuat. Entah sejak kapan, saya tiba-tiba menjadi penggemar tepatnya ‘penggila’ kurma. Selalu saja ada persediaan kurma di lemari es saya. Tak hanya selama ramadhan tetapi sepanjang tahun!
Selama bulan puasa, saya bagai dimanja dengan beragam koleksi kurma yang dijual di pasaran. Karena itu lemari es saya juga makin padat dengan berbagai jenis kurma. Ada kurma Medjool, Ajwa, Sekkeri, Khidri, Deglet Noor dan kurma segar (mentah merah dan kuning. Masih ada sebotol Date Dhibs dan madu Ajwa yang ikut menyesaki lemari es.
Jenis kurma yang saya sukai terutama yang daging buahnya lembut, aromanya wangi dan rasa manisnya tak terlalu menggigit. Medjool, kurma 'tak dikenal' dari Maroko atau Amerika ini memang mantap. Daging buahnya tebal, kurmanya ukuran jumbo ditambah rasa lembut daging buah yang tak terlalu manis. Karena ada sepanjang tahun, kurma ini lebih sering jadi menu sarapan saya.
Kurma Ajwa yang dikenal dengan sebutan kurma nabi atau rasullulah. Pertama kali saya cicipi saat diberi oleh-oleh teman sepulang haji. Bentuknya mungil, bundar, agak cokelat kehitaman. Saat digigit rasa daging buahnya tidak terlalu basah, agak kering dan rasanya tidak terlalu manis bahkan agak renyah. Karena harganya mahal, kurma ini saya makan saat badan sedang terasa kurang fit. Terus terang ini kurma favorti saya hanya saja harganya selangit, jadi tidak bisa sering-sering dinikmati.
Deglet Noor, kurma Tunisia yang paling populer ini harganya tidak terlalu mahal. Saya suka kurma ini karena masih bertangkai dan dikemas dalam karton jadi lebih bersih. Daging buahnya lembut, aromanya seperti sawo dan rasa manisnya tidak menonjok. Kurma ini gampang diperoleh karena itu lebih sering saya nikmati sebagai pencuci mulut setelah makan malam.
Kurma Kidhri pertama kali saya cicip saat mampir ke 'Bateel' butik kurma milik teman saya, Tania. (Wah, kalau mampir ke toko ini saya sulit mengendalikan diri...). Bentuknya besar, nyaris sama dengan kurma Medjool tetapi warnanya lebih gelap.
Rasa daging buahnya yang lembap, lembut kenyal dengan rasa manis seperti kismis. Ini berbeda dengan Sekkeri yang lebih kecil tetapi di bagian ujungnya agak putih. Kurma ini manisnya terlalu menggigit karena itu saya kurang menyukainya. (tetapi kalau diblender dengan susu kedelai atau yoghurt rasanya top banget)
Minggu lalu saya sengaja mampir ke toko kurma di Tanah Abang untuk melihat-lihat kurma yang banyak dijual di kaki lima hingga toko. Wah, jenis kurma yang dijual sangat banyak baik dari Arab, Irak, Turki, Tunisia, hingga Amerika. Sayang sekali penjual kurang memperhatikan kebersihan. Karena kurma digelar di pinggir jalan tanpa ditutup atau dikemas tentu saja debu bakal menempel ke kurma. Masak iya makan kurma campur debu?
Kurma Lulu merupakan jenis kurma yang paling banyak dijual. Bentuknya kecil agak bundar dengan warna cokelat muda dan agak kering. Merupakan kurma termurah dengan harga sekitar Rp.20.000 per kg. Karena terlalu kering dan manisnya terlalu kuat, saya kurang suka dengan si Lulu dari Dubai ini.
Ramadhan tahun ini saya berkenalan dengan kurma segar atau belum masak. Yang satu jenis yellow bahri dates. Warnanya kuning terang dalam rencengan tangkai, bentuknya agak bulat dengan ujung runcing. Saat digigit agak keras, berserat mirip tebu dengan rasa manis segar yang enak. Setelah dibiarkan beberapa hari, sedikit layu empuk, rasa manisnya makin kuat.
Sedangkan jenis kurma segar merah dari Mesir warnanya merah marun terang. Ukurannya besar dan buahnya keras. Harus ditunggu agak lembek supaya rasanya manis. Kalau masih segar atau keras rasanya sepet seperti bergetah. Wah, saya kurang suka dengan si merah segar ini. Kurma segar ini harganya masih relatif mahal.
Yang membuat saya senang, selain bisa makan bermacam-macam kurma selama ramadhan, di rumah saya tak punya saingan. Tak ada seorangpun yang doyan kurma. Hanya satu teman saya makan kurma, Tursiyah, asisten dari Cilacap ini tiba-tiba jadi penggemar kurma kuning segar! "Wah bu yang ini seger banget, saya paling doyan yang ini," kata si Yah sambil mengunyah kurma. Lha saya yang kurang senang karena harganya mencapai Rp 200.000 an per kg!
Sebaran beragam jenis buah kurma di dunia menandakan betapa besar Allah yang mengaruniakan buah kurma sejak 6000 tahun sebelum Masehi itu. Tak hanya rasa manisnya yang memikat tetapi kandungan nutrisinya luar biasa hebat! (antara lain bisa membuang racun, menyembuhkan radang tenggorokan, demam, infeksi dan menambah daya tahan tubuh). Sungguh Maha Besar Allah! ( dev / Odi )
Komentar terkini (0 Komentar)
Belum ada komentar yang masuk
Baca juga:
Diskusikan pendapat Anda dengan pembaca lain melalui milis detikfood@yahoogroups.com
Kirim e-mail kosong ke detikfood-subscribe@yahoogroups.com untuk berpartisipasi.
Kirim e-mail kosong ke detikfood-subscribe@yahoogroups.com untuk berpartisipasi.
Redaksi: redaksi@detikfood.com
Informasi Pemasangan Iklan:
Stevany
Email : iklan@detikfood.com
Telepon. 62-21-7941177 Ext.519
Informasi Pemasangan Iklan:
Stevany
Email : iklan@detikfood.com
Telepon. 62-21-7941177 Ext.519
